Perjalanan kehidupan kita di atas
dunia ini akan terus menguji keimanan kita sehingga ajal datang menjemput.
Ujian ini akan terus menghampiri
hidup kita dan tidak pernah sekalipun kita terluput dari ujian yang dimulai
dari pandangan mata, pendengaran telinga dan getaran hati yang kesemuanya itu
dipengaruhi oleh alam dengan segala bentuknya yang rupawan dan menawan hati.
Rasulullah saw
bersabda :
“Dunia ini hijau dan membuat hati
terlena kerananya”.
Pandangan mata kepada indahnya dunia ditambah dengan merdunya cerita tentang dunia membuatkan hati terpaut untuk sentiasa menginginkan dan menyeru akal untuk memikirkan bagaimana cara bagi mendapatkannya.
Pandangan mata kepada indahnya dunia ditambah dengan merdunya cerita tentang dunia membuatkan hati terpaut untuk sentiasa menginginkan dan menyeru akal untuk memikirkan bagaimana cara bagi mendapatkannya.
Maka akhirnya, muncullah
angan-angan dan tergeraklah seluruh organ tubuh badan untuk meraih segala
impian duniawi dengan segala kenikmatannya.
Dalam batasan tertentu, menikmati dunia tentunya bukan suatu perkara yang dilarang, namun yang menjadi persoalan adalah ketika gejolak yang membara dalam hati dan menutup mata terhadap tujuan utama dalam kehidupan.
Dalam batasan tertentu, menikmati dunia tentunya bukan suatu perkara yang dilarang, namun yang menjadi persoalan adalah ketika gejolak yang membara dalam hati dan menutup mata terhadap tujuan utama dalam kehidupan.
Yang ada dalam hati dan fikiran
adalah bagaimana dapat meraih itu semua dengan apa cara sekalipun, lalu terbayanglah
dalam fikirannya akan kesenangan diri walaupun masih dalam khayalan.
Akhirnya :
1. Seluruh tubuh mula merasa letih.
2. Fikiran menjadi resah.
3. Hati menjadi gundah gulana
Ini adalah kerana segala khayalan tidak
kunjung tiba bahkan iapun lupa bahwa ternyata :
a. Usianya begitu terbatas.
b. Kekuatannya terbatas.
c. Fikirannya juga terbatas.
Bahkan yang paling mengerikan lagi,
bahwa ia lupa akan cita-cita akhirat.
Resah gelisah dan gundah gulana dalam mengejar obsesi duniawi hendaklah segera diakhiri kerana walauapapun alasannya, urusan duniawi pasti akan berakhir.
Resah gelisah dan gundah gulana dalam mengejar obsesi duniawi hendaklah segera diakhiri kerana walauapapun alasannya, urusan duniawi pasti akan berakhir.
Telah tiba saatnya untuk kita kembali
belajar dan yakin bahwa urusan duniawi sudah ada yang mengurusnya, iaitu Allah
Azza wajalla. Walau siapapun kita, perlu diakui bahwa tidak akan luput sesuatupun
dari limpah kurnia Allah swt.
Tugas kita adalah melaksanakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita sebagai hamba Allah dengan kemampuan yang kita miliki sebagai kurniaan Ilahi.
Tugas kita adalah melaksanakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita sebagai hamba Allah dengan kemampuan yang kita miliki sebagai kurniaan Ilahi.
Maka dengan cara itu, barulah tenang
hati ini dalam memikirkan soal duniawi, dan resahlah hati ini untuk urusan ukhrawi
kerana di sana adalah alam pertanggungjawaban dari semua yang kita lakukan di
sini. Tidak ada yang dapat menanggung segala perbuatan kita kecuali diri kita
sendiri.
Dengan merasa resah tentang urusan akhirat, maka tibalah saatnya untuk kita mengatur semua urusan akhirat dan terus berfikir bagaimana kita dapat selamat pada saat pengadilan yang Maha Adil itu memanggil kita.
Sekali lagi, tenangkan hatimu tentang urusan duniamu, kerana Allah sudah menjamin rezekimu, sebaliknya resahkanlah urusan akhiratmu kerana itu akan menjadi pertanggungjawabanmu di hadapan Allah di atas semua amal perbuatanmu.
Ini sebagaimana pesanan ibnu Attha’illah dalam kitab Al-Hikamnya :
Dengan merasa resah tentang urusan akhirat, maka tibalah saatnya untuk kita mengatur semua urusan akhirat dan terus berfikir bagaimana kita dapat selamat pada saat pengadilan yang Maha Adil itu memanggil kita.
Sekali lagi, tenangkan hatimu tentang urusan duniamu, kerana Allah sudah menjamin rezekimu, sebaliknya resahkanlah urusan akhiratmu kerana itu akan menjadi pertanggungjawabanmu di hadapan Allah di atas semua amal perbuatanmu.
Ini sebagaimana pesanan ibnu Attha’illah dalam kitab Al-Hikamnya :
“Rehatkan dirimu dari mengurus urusan duniawi dengan susah
payah, kerana sesuatu yang telah diurus untukmu oleh selain dirimu (sudah
diurus oleh Allah) tidak perlu engkau turut mengurusnya”.
Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah
yang mencipta bumi ini dan Engkaulah sebaik-baik pentadbir dan kami memahami
bahwa tujuan kami ditempatkan di bumi adalah untuk menjadi khalifah yang
mengurus bumi ini menurut kehendakMu serta hamba yang tunduk dan patuh kepada
syariat yang diturunkan olehMu.
Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS




























































